Kondisi lahan pertanian yang ada di Indonesia telah banyak mengalami kerusakan dan penurunan tingkat kesuburan yang cukup parah, maka itu perlu adanya solusi penanganan secara cepat dan tepat. Penggunaan bahan-bahan organik seperti kompos akan banyak memberikan keuntungan bagi tanah dan lingkungan.
Melimpahnya bahan organik yang ada di sawah masih belum dilirik oleh para petani, dikarenakan belum mengertinya para petani tentang cara penangan dan pengolahan yang terpadu dan berkelanjutan.
Jerami adalah salah satu limbah pertanian yang sangat potensial untuk di manfaatkan. Selain untuk pakan ternak, bisa juga di manfaatkan sebagai sumber biomassa dalam pembuatan kompos. Sampai saat ini para petani masih banyak yang membakar jerami dihamparan sawah mereka padahal jerami merupakan unsur hara kalium yang sangat murah dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik.
Saat ini telah banyak yang menggunakan Biokompos untuk mempercepat pembuatan kompos. Namun tanpa bahan tersebut pun, kompos dapat dibuat walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama .
Penggunanan kompos untuk lahan pertanian akan merubah pola petani yang selama ini telah banyak menggunakan bahan-bahan kimia, yang dapat merusak ekosistem.
PEMANFAATAN JERAMI PADI DALAM PEMBUATAN KOMPOS
Potensi jerami untuk lahan satu hektar sekitar 5 ton setara dengan hasil produksi gabah, Limbah ini sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan industri sebagai bahan baku kertas dan bahan baku pembuatan seni kerajinan, juga sebagai bahan baku pembuatan batu bata ,gerabah serta bahan bakar tungku untuk industri kecil.
Data survey lapangan menunjukan, produksi jerami bervariasi antar 5 – 14/ton padi ,yang di hasilkan. Produksi gabah pada tahun 2004 sebesar 54.060.817 ton. Jika minimum limbah jerami yang dihasilkan 5 ton gabah, maka produksi jerami sekitar 270 juta ton/ tahun. Jika limbah tersebut tidak dimanfaaatkan dengan baik maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan kondisi iklim tropis, curah hujan yang tinggi serta proses dekomposisi yang cepat pada kondisi yang tidak terkontrol.
Tabel analisis jerami padi
|
Material |
Elemen ( % Berat Kering ) |
||||||
|
C |
H |
N |
S |
O |
Abu |
||
|
Jerami |
39,2 |
5,1 |
0,6 |
0,1 |
35,8 |
19,2 |
|
Posted by innagra 

