KOMPOS JERAMI

May 18, 2011

Kondisi lahan pertanian yang ada di Indonesia telah banyak mengalami kerusakan dan penurunan tingkat kesuburan yang cukup parah, maka itu perlu adanya solusi penanganan secara cepat dan tepat. Penggunaan bahan-bahan organik seperti kompos akan banyak memberikan keuntungan bagi tanah dan lingkungan.

Melimpahnya bahan organik yang ada di sawah  masih belum dilirik oleh para petani, dikarenakan belum mengertinya para petani tentang cara penangan dan pengolahan yang terpadu dan berkelanjutan.

Jerami adalah salah satu limbah pertanian yang sangat potensial untuk di manfaatkan. Selain untuk pakan ternak, bisa juga di manfaatkan sebagai sumber biomassa dalam pembuatan kompos. Sampai saat ini para petani masih banyak yang membakar jerami dihamparan sawah mereka padahal jerami merupakan unsur hara kalium yang sangat murah dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik.

Saat ini telah banyak yang menggunakan Biokompos untuk mempercepat pembuatan kompos. Namun tanpa bahan tersebut pun, kompos dapat dibuat  walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama .

Penggunanan kompos untuk lahan pertanian akan merubah pola petani yang selama ini telah banyak menggunakan bahan-bahan  kimia, yang dapat merusak ekosistem.

PEMANFAATAN JERAMI PADI DALAM PEMBUATAN KOMPOS

Potensi jerami  untuk lahan satu hektar sekitar 5 ton setara dengan hasil produksi gabah, Limbah ini sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan industri sebagai bahan baku kertas dan bahan baku pembuatan seni kerajinan, juga sebagai bahan baku pembuatan batu bata ,gerabah  serta bahan bakar tungku untuk industri kecil.

Data survey lapangan menunjukan, produksi jerami bervariasi antar 5 – 14/ton padi ,yang di hasilkan. Produksi gabah pada tahun 2004 sebesar 54.060.817 ton. Jika minimum limbah jerami yang dihasilkan 5 ton gabah, maka produksi jerami sekitar 270 juta ton/ tahun. Jika limbah tersebut tidak dimanfaaatkan dengan baik maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan kondisi iklim tropis, curah hujan yang tinggi serta proses dekomposisi yang cepat pada kondisi yang tidak terkontrol.

Tabel analisis jerami padi

Material

Elemen ( % Berat Kering )

C

H

N

S

O

Abu

Jerami

39,2

5,1

0,6

0,1

35,8

19,2

 

Advertisements

Stimulan Sapi Innagra

May 16, 2011

1.Minuman Stimulan Sapi STIMULAN TERNAK INNAGRA dapat memacu peningkatan berat badan sapidi banding dengan kontrol.

2.Penggunaan STIMULAN TERNAK INNAGRA terbukti cukup efisien dilihat dari proses masa waktu penggemukan yang tadinya memerlukan waktu 3-4 bulan tetapi dapat dipercepat menjadi 1-2 bulan dengan proses penambahan berat badan tetap maksimal.

3.Kondisi sapi yang menggunakan STIMULAN TERNAK INNAGRA terbukti lebih sehat lebih tahan terhadap penyakit dan tidak menimbulkan polusi.

4.Pada perlakuan kontrol sapi menjadi gemuk karena terlalu banyak lemak disebabkan yang dikonsumsi hanya enzim, sedangkan pada sapi yang diberikan stimulant innagra sapi menjadi lebih energik dan tidak stress sehingga sapi dapat gemuk dan banyak dagingnya dengan
demikan dapat dikatakan bahwa makanan yang telah dicampurkan stimulant innagra kemudian
dimakan oleh sapi tersebut menjadi daging bukan lemak.

5.Kualitas daging lebih baik, tidak pucat melainkan seger, lemaknya sedikit . karena timbul unsur panas akibat proses fermentasi di dalam perut sapi,dikarenakan pada proses tersebut bakteri dan mikroorganisme mati dan dikeluarkan melalui kotoran. sedangkan pada perlakuan kontrol tidak terjadi proses seperti hal tersebut.

6.Masuknya mikroorganisme dari cairan INNAGRA membuat pencernaan sapi menjadi netral karena bakteri patogen mati. Konsumsi makan dan minum sapi menjadi stabil dan serapan pakan menjadi maksimal.

7.Waktu panen lebih cepat dan dapat mengurangi angka mortalitas serta dapat diaplikasikan pada semua pakan yang ada di lokasi tersebut.


PANDUAN TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN PADI

May 16, 2011

Penyiapan Lahan Persemaian

Pengolahan lahan dengan cangkul secara merata sedalam  ± 30 cm. Selanjutnya tanah dihaluskan dengan cara pencangkulan ulang menjadi bagian yang lebih kecil,dan selanjutnya diinjek-injek sampe lumer.bersamaan penghalusan ini semprotkan Biocompos Innagra dengan dosis 4cc/liter air, kemudian dapat ditambahkan dengan kompos 40 kg setiap 30 m² ke areal persemaian secara merata, selanjutnya pupuk kandang yang sudah disebar disatukan dengan tanah dengan cara diinjak-injak.

Perendaman Benih

Benih yang sudah disiapkan sebelum disemai sebaiknya direndam dengan PMC INNAGRA yang telah dilarutkan dengan air dengan dosis 3 cc/liter air selama 8 -12 jam. Perendaman benih ini  dilakukan sampai benih mengembang dan bakal lembaganya tumbuh, berupa bintik putih pada ujungnya, tujuan perendaman benih ini untuk mengetahui benih yang bernas dan berkwalitas.

Pemeliharaan Bibit dipersemaian

Bibit pada umur 7 hari setelah semai, disemprot dengan PMC INNAGRA dan insektisida Organik yang telah dicampurkan dengan dosis 2 cc/liter air untuk PMC dan 3 cc/liter air untuk insektisida. Menjelang pemindahan bibit pada umur 21-25 hari, apabila terjadi serangan hama penyakit penyemprotan insektisida dan PMC INNAGRA dapat ditambahkan menjadi 3cc/iliter air Tujuannya sebagai sumber makanan utama pada waktu dipembibitan.

Penyiapan Lahan

Pengolahan Lahan / Bajak I

Pembalikan tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah sawah besar, tujuan pengolahan / bajak I ini untuk melepaskan gas-gas beracun CO2 yang ada didalam tanah akibat pemakaian pupuk kimia.

Penanaman

Pengolahan Lahan / Bajak II

Penghalusan tanah hingga menjadi lumpur, kemudian sebarkan pupuk kandang / kompos 5ton/ha injak-injak sampai menyatu dengan tanah dan disemprotkan Biocompos INNAGRA dengan dosis 4cc/liter air setelah itu didiamkan selama 3 hari.

Tujuan dari pembajakan ini diantaranya untuk mengendalikan gulma dan memutus siklus hama penyakit diareal persawahan.

Syarat bibit yang baik untuk dipindah kelahan adalah tinggi 25 cm, memiliki 5-6 helai daun dan terbebas dari serangan hama dan penyakit. Sebelum bibit ditanam maka sebaiknya dilakukan pencelupan bibit tanaman dengan dosis 2 cc PMC/liter air selam 1 menit. tujuan dari pencelupan bibit ini untuk mengatasi bibit dari serangan penyakit dan stres tanaman dilahan dan sebagai sumber makanan.

Penyulaman

Penyulaman sebaiknya dilakukan maksimal dua minggu setelah tanam. bibit yang disulam sebaiknya dicelupkan kedalam air yang telah dicampur dengan PMC INNAGRA dengan dosis 2 cc/liter air. Bila penyulaman dilakukan diatas dua minggu setelah tanam maka masaknya tanaman padi tidak akan serentak.

 Penyiangan

Penyiangan gulma pertama dilakukan pada umur tanaman empat minggu, penyiangan kedua pada umur 35 hari dan ketiga pada umur 55 hari. Adapun beberapa jenis gulma pada tanaman padi sebagai berikut :  Jajagoan,Sunduk gangsir, Eceng, Rumput Teki,Tujuan Penyiangan untuk meningkatkan produktivitas padi.

Pemupukan

Pemupukan PMC INNAGRA dapat dilakukan pada pagi hari atau sore hari karena pada waktu tersebut stomata atau mulut daun sedang terbuka dan waktu itu merupakan waktu dimana tanaman memerlukan makanan.

Petunjuk Aplikasi :

¨    Aplikasi I, Umur tanaman 21HST disemprotkan dengan konsentrasi PMC INNAGRA 2 cc/liter air.Volume air 300lt/ha.

¨    Aplikasi II, Umur tanaman 35HST disemprotkan dengan konsentrasi PMC INNAGRA 2 cc/liter air.Volume air 400lt/ha.

¨    Aplikasi III, Umur tanaman 49HST disemprotkan dengan konsentrasi PMC INNAGRA 2 cc/liter air.Volume air 500lt/ha.

¨    Aplikasi IV, Umur tanaman 63HST disemprotkan dengan    konsentrasi PMC INNAGRA 2 cc/liter air.Volume air 500lt/ha.

¨    Aplikasi V, Umur tanaman 70-85HST disemprotkan dengan

konsentrasi PMC INNAGRA 2 cc/liter air.Volume air 500lt/ha ( saat masak susu )

Catatan:

¨    Apabila 3 jam setelah penyemprotan terjadi hujan tidak perlu dilakukan penyemprotan ulang. Jik 1-2 Jam setelah penyemprotan terjadi hujan, harap dilakukan penyemprotan ulang.

 Panen

Panen apabila butir gabah yang menguning sudah mencapai sekitar 80 % & tangkainya sudah menunduk. Pada saat panen Batang disisakan setinggi 20 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya gabah bisa ditransfer lebih lanjut.


pt. T.PRIMA ALAM NUSANTARA

May 13, 2011

PT. T. PRIMA ALAM NUSANTARA

Didirikan tahun 1999, pertama kali bergerak pada bidang trading didalam penjualan pupuk, dengan berjalannya waktu mulai fokus pada penelitian dan pengambangan industri pertanian dan peternakan organic, Dikarena PT. TPAN difokuskan ke penelitian dan pengembangan maka dibentuklah PT. INNAGRA ALAM LESTARI  untuk bergerak dibidang trading untuk memberikan kontribusi positif pada dunia usaha pertanian dan peternakan pada umumnya, serta pemerintah pada khususnya.

Dilain pihak PT. Innagra Alam Lestari juga perduli dengan lingkungan alam sekitar, setelah melakukan penelitian yang lama akhirnya PT. Innagra Alam Lestari berhasil membuat suatu formula ramah lingkungan.

Beberapa produk yang telah diciptakan adalah :

1.  Penemuan formula microbiologi yang merupakan cikal bakalnya dari : pupuk cair organik dan insektisida organik, stimulan ternak, penetralisir limbah organik untuk dapat diproduksi menjadi pupuk dan pakan ternak.

2.  Formula pupuk cair semi organik untuk mengurangi komponen pemakaian urea dan KCL.

3.  Formula pakan ternak dan ikan.

4.  Saat ini mikrobiologi sedang dalam proses penelitian dan pengembangan untuk digunakan sebagai obat penyembuh asam urat.